Ramai-ramai Buang Bayi

Polsek Siak Kecil, Bengkalis Sebut Korban Aborsi

Oleh: redaksi Hukrim | Kamis, 25 Oktober 2018 - 21:11:36 WIB

Polsek Siak Kecil, Bengkalis Sebut Korban Aborsi

Teks foto : Penemuan mayat bayi di Kecamatan Siakkecil, diduga korban aborsi beberapa waktu lalu.

BENGKALIS -- Tak genap sepekan atau hanya lima hari, Selasa (15/10/18) sekitar pukul 19.30 WIB dan Sabtu (20/10/18) sekitar pukul 06.00 WIB, penemuan bayi hebohkan Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis diantaranya kuat dugaan akibat korban aborsi oleh orang yang tidak bertanggungjawab. 

Demikian disampaikan Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Siak Kecil, Iptu Sunaryo, SH, MH kepada sejumlah wartawan, Kamis (25/10/18). 

"Kalau menurut informasi yang kita kumpulkan, dan proses penyelidikan sementara pembuangan bayi itu setelah diaborsi. Namun kita tidak bisa memastikan karena daerah yang ditemukan memang di Siak Kecil, dan daerah ini juga berdampingan dengan beberapa daerah kabupaten lain. Secara riil belum kita pastikanlah, berilah kesempatan kepada kami untuk membuktikan siapa pelaku di balik pembuangan bayi ini. Kami berharap ini bisa terungkap dengan sejelas-jelasnya," ungkap Iptu Sunaryo. 

Kemudian terkait bayi yang ditemukan dalam keadaan hidup, sampai saat ini masih dalam perawatan pihak Puskesmas Lubuk Muda, kondisi sehat. 

Pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial, kecamatan dan lainnya untuk mencarikan orang tua asuh si bayi. 

"Ternyata banyak yang menginginkan menjadi orang tua asuh bayi tersebut. Ada 15 yang mengajukan diri. Kita akan membuat pertemuan dan memutuskan siapa yang sah untuk menjadi pengasuhnya nanti agar bayi ini betul memperoleh hak kehidupan yang layak," katanya lagi.***(dik/AT)

Sumber : Riauterkini.com 


  Print Berita

Redaksi menerima kiriman berita dan foto. Bagi yang berminat silahkan kirim berita dan foto Anda ke email:prodesanews@gmail.com

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook