Siapa Inovator Negeri ini, Bengkalis Negeri Junjungan

Oleh: redaksi Opini | Jumat, 13 April 2018 - 10:55:46 WIB

Siapa Inovator Negeri ini, Bengkalis Negeri Junjungan

Drs H. Anwar Thaib (Wakil Ketua DPH LAMR Kec. Bengkalis)

A. Pemahaman Akan Sasaran Judul

1. Siapa, bagaikan pertanyaan menyangkut orang perorangan apakah figur, tokoh, mengisi waktu, posisi lebih tinggi, pemegang kuasa, berbuat untuk negeri ini, dipilih begitu juga ditunjuk ditempatkan memenuhi posisi tertentu.

2. Inovator, dari kata inovasi yang artinya pembaharuan. Inovator yaitu pembaharu (orangnya). Mereka adalah para tokoh pimpinan pemegang kuasa yang diterima dipandang layak berbuat, berjuang, berfikir untuk negeri, bersaing sebagai calon dari posisi tertentu di negeri ini.

3. Dukungan personil mutlak, terkait peraturan perundang-undangan, diterima dilakukan sebagai poin menjadi nilai budaya kehidupan masyarakat demokrasi. Perlu dipertanyakan apakah budaya dengan dukungan ini perubahan itu tercapai. Jelas terjadi sebagaimana definisi tugas menyampaikan harapan orang-orang yang dipimpin.

4. Negeri ini, Bengkalis negeri junjungan, negeri yang telah ditata oleh generasi terdahulu. Maaf diakhir ini, kalau boleh diungkapkan diantara pelakunya adalah anak negeri ini beliau sukses. Dalam kesempatannya beliau menyempatkan diri mengikuti pendidikan mendapat gelar Dokter pada auditorium Universitas Malaya Malaysia. Beliau generasi berbudaya normatif, berada bersama dilingkungan masyarakat sesepuh agama dan berperadaban maju. Beliau memiliki sifat menghargai, menghormati senantiasa mengaku penulis (H. Anwar Thaib) adalah guru saya. Inovator dan motivator itu adalah DR. H. SYAMSULRIZAL, MM mantan Bupati Kabupaten Bengkalis. Kita generasi ini layaknya bersyukur bahwa inovator ini telah menempatkan diri berbuat, berniat, bertekad menghubungkan hidup spritual generasi bahwa negeri ini harus dipertanggung jawabkan dihiasi, dipelihara, disyukuri yaitu tercapainya perubahan yang diharapkan, Bengkalis Negeri Cemerlang, Gemilang dan Terbilang. Mengisi tugas tertentu kedepannya dipertanyakan, dipikirkan siapa inovator figur yang mungkin dapat meneruskan dan mencapai harapan generasi ini, melepaskan kelemahan generasi negeri ini.

5. Pemahaman lain diantaranya ada yang bermakna konitasi dan denotasi disamping itu bahasa yang bermakna ganda menunjukkan perorangan atau orang banyak umpamanya kata generasi dan kata-kata lainnya.

B. Berharap Akan Perubahan

Peradaban telah membekali anak negeri ini dengan pengetahuan dan pengalaman, baik itu diperoleh dari guru sebagaimana pengakuan Syamsulrizal, baik langsung maupun tidak langsung. Sifat langsung jelas berapa banyak anak negeri ini sebagai akademika baik lokal, daerah begitu juga Nusantara. Khusus Bengkalis Negeri Junjungan dari pelaku terdahulu kini telah memiliki 4 (empat) sekolah tinggi diantaranya STAIN  Bengkalis, Politeknik Negeri Bengkalis, STIE Bengkalis dan Akademi Komunitas Negeri Bengkalis. Sungguh ini dapat dibaca berapa jumlah para lulusan setiap tahunnya. Menurut pemikiran setidak-tidaknya umur dewasa negeri ini Bengkalis 80% adalah para sarjana, yang berkembang sejak tahun 1985 berupa kelas jauh Fakultas Hukum Unilak Pekanbaru diantara pelopor dan dosen Bapak H. A. Rahman Kitan, SH. Dimana beliau rindu generasi mendoakan mudah-mudahan kebaikan Bapak meraih keuntungan di akhirat.

Dari sifat tidak langsung peradaban sudah pula membangun pandangan generasi ini diantaranya dapat diterima berapa banyak generasi hidupnya memanfaatkan HP, Media-media sosial, informasi tidak kalahnya jaringan internet, website, twitter, facebook, instagram. Simbol-simbol juga marak dijumpai dipinggiran dan perempatan jalan baik itu gambar, tulisan memberikan stimulus, ransangan tumbuhnya pengamatan, tanggapan, berpikir anak negeri ini. Peradaban yang telah mengkristal dan sifat ketidaklangsungan mengembangkan informasi ini memberikan pengaruh, apakah itu para akademisi, generasi, para politisi, managerial, birokrat, dan inovator negeri ini yaitu ada harapan pembaharuan ini dipikirkan.

Generasi dalam keseharian dibarengi norma kehidupan beragama dan pengaruh ulama, sesepuh adat, yaitu adat melayu, dalam naungan LAMR Kabupaten Bengkalis. Secara umum pengaruh itu mengajak generasi, syukur-syukur benar mengayomi ada keteladanan, mutlak meransang daya jiwa generasi. Pengaruh positif membekali generasi menambah muatan yang diterima disekolah, dikampus, namun terbaca masih perlu menjadi pemikiran tentunya dari inovator. Diantara mereka para lulusan ini belum berkesempatan di negeri ini. Pandangan dunia politik mereka tidak ada perahu namun kondisi dan kemajuan peradaban telah mengantar generasi melaju bagaikan spedboard artinya ada muatan generasi walaupun kecil, apalagi ditempat yang menghendaki muatan yang lebih besar. Kepedulian terhadap ini diharapkan inovator berbuat mencapai tujuan mereka. Ketidakpuasan dan kepercayaan generasi membawa berpikir mereka menjauh lari dari kepastian, dan diragukan bila mereka tergabung dalam pengaruh orang-orang yang berpikir negatif. Terima kasih, generasi berharap inovator ini berbuat untuk mereka bagaikan teori belajar mewujudkan perubahan, generasi berhasil lebih baik mencapai tujuan hidupnya mengaktualisasi diri dengan muatan pengetahuan dan pengalaman yang diterima. Terjadinya ini ada dalam hubungan atau interaksi yang terintegrasi dalam kehidupan generasi ini terciptanya etika, moralitas, akhlak budi pekerti dan estetika anak negeri.

Hal inilah harus hidup dalam diri inovator membuat perubahan bagaimana menjadikan generasi berperadaban. Pandangan agama mengajarkan ada pengaruh keteladanan (tentu dari para inovator) dapat dicontoh, yang katanya “ Bahwa pada diri Muhammad ada ikutan yang baik (keteladanan) bagi orang-orang mengharapkan pahala dari Yang Maha Kuasa dan hari kemudian serta mereka banyak mengingat-Nya”. Artinya apa, bahwa generasi rindu, sadar mendambakan keteladanan berbuat mencapai perubahan tentu ada jalan yang harus ditempuh. Sejalan bulan ini peringatan Isra Miraj 27 Rajab 1939 H tahun penangalan hijrah yang dalam pengertiannya berpindah mencapai perubahan. Perubahan itu meliputi apa yang ditegaskan dalam Petunjuk-Nya terhadap umat manusia yang mengatakan “ Yang Maha Kuasa tidak akan merubah keadaan suatu kaum ... kecuali kaum itu merubah keadaannya sendiri”. Sungguh petunjuk ini memberi aba-aba bagi inovator dan generasi yang pada umumnya tahu apa langkah menyelamatkan dan memahami, menyadari akan diri generasi (self understanding). Pemahaman dan intropeksi generasi akan jelas terealisasi sepanjang inovator berpikir sama ... Tulisan ini sedikit membuka jalan berpikir generasi dan inovator bagaimana mewujudkan perubahan generasi, apalagi generasi yang kecewa belum berkesempatan akan tujuan mereka yang telah menunggu dari tahun ke tahun tidak memperoleh apa-apa.

Keadaan ini mencambuk diri inovator artinya apa yang harus dilakukan menyelamatkan generasi ini, artinya bagaimana inovator berpikir meletakkan kepeduliannya. Yang Maha Kuasa telah memberi petunjuk yang katanya “ ... Jangan kamu sembunyikan kebenaran itu sedangkan kamu adalah orang-orang yang mengetahui “. Inovator tidak seharusnya lempar batu dan sembunyi tangan melainkan berbuat bertanggung jawab bahwa generasi berhak sama satu sama lainnya.

Melakukan perubahan sebagaimana petunjuk hijrah dapat dilalui generasi dan inovator antara lain :

  1. Dari Diri Generasi Sendiri, Hidup dalam rumah tangga, Bapak Ibu menerima diri ini (self acaptent) mengintrofeksi, sadar, bahwa manusia itu lemah diminta berbuat amal dijelaskan mintalah pertolongan kepada Yang Maha Kuasa memberi kehidupan dan rezeki ini. Perubahan generasi mutlak bagaimana orang tua bertanggung jawab besar bahwa generasi ini adalah dari kehidupan biologisnya yang didasari ikatan keluarga yang diamanahkan. Dunia pendidikan menyebutnya pendidikan utama (Madrasatul Ula) dan para inovator dipercayakan bersama mengemban tugas ini. Mencapai perubahan itu bagaimana seharusnya inovator berbuat. Yang Maha Kuasa menempatkan dalam petunjuknya “ Mereka yang mendengar apa-apa perkataan itu lalu diturutinya mana yang baik, itulah orang-orang yang ditunjuki Yang Maha Kuasa dan mereka itulah orang yang berakal sempurna”. Pemahaman ini menghendaki orang tua melaksanakan fungsi inovator berbuat mendidik menyelamatkan generasi sehingga menuruti berbuat kebaikan menjadi generasi berakhlak berbudi pekerti modal kehidupan dunia begitu juga kehidupan diakhirat. Apapun yang menjadi perbuatan generasi akan dihisap sebagaimana janji Yang Maha pencipta dalam petunjuknya “ Hidup mati manusia adalah ujian dari Yang Maha Kuasa”. Diminta pertanggungjawabannya.
  2. Hidup lingkungan diantaranya bertetangga, bagaimana tidak menimbulkan pengaruh yang dapat melemahkan perhatian, berpikir generasi sedangkan hidup, menghendaki generasi kuat, beramal, siap hidup bersama, kenal mengenal, berlandaskan agama (Ukhuwah Islamiyah) yaitu bersaudara, tolong menolong, ramah tamah, menyenangkan, sopan santun, rendah hati dan memaafkan. Tercapainya ini perlu generasi memahami, menguasai arti dan tafsir petunjuk Yang Maha Kuasa.  Untuk jelas coba cermati lihat dan baca diantaranya lihat surat :

* Ali - Imran 104                    * Al - Hujrat 10                       * An - Nahl 125

Banyak ayat lain, dan kami tahu anda orang-orang yang mampu mentafsirnya tetapi karena manusia itu lemah, lupa, lalai maka menghubungi makna hijrah, mari kita bersama berbuat membekali generasi dengan merealisasikan makna Surat An Nahl 125. Kiranya generasi ini tergabung dalam orang berpengatahuan dan berilmu ikut pro aktif, bersinergi bersama inovator. Bapak Ibu dan tetangga para inovator mari bersama mempersiapkan generasi untuk kehidupannya, lebih luas menyelamatkan bangsa dan tanah air ini. Mencapai perubahan itu dari peradaban berbeda-beda, bersuku-suku, Yang Maha Kuasa telah menempatkan dengan kuadratnya, untuk jelas lihat dan baca surat Al-Hujrat ayat 13.

  1. Pihak berkompeten, apakah itu organisasi para inovator berbuat menjalankan hukum terciptanya pemerintah yang bersih, berhasil, masyarakat dan generasi aktif, produktif, hidup maju bersaing sehat dari semua aspek baik ekonomi, sosial, agama dan budaya. Keberhasilan pemimpin tidak terlepas dari tolak ukur menurut ilmuan Dr. Imam Bernadib, M.Ed bahwa pemimpin akan lebih berhasil bila dibarengi “Bekerja keras, disiplin, jujur, tahu akan kemampuan diri dan mempunyai kehormatan diri”.

Pandangan agama, faktor keteladanan mutlak bagaimana pemimpin berbuat dari definisi, fungsi dan tugasnya yaitu ada pengaruh dengan pendekatan : mengayomi, berbuat untuk kepentingan bersama, menghargai sesama, istilah klasik ada yang disebut revolusioner. Pengaruh ini diharapkan ada perubahan, padangan fsikologi sosial memberikan gambaran bahwa itu akan tercapai dengan berbuat bersama-sama. Haul memperingati 1 (satu) tahun Wafatnya Bapak K.H. Hasyim Munadi dalam paparannya beliau menyampaikan “ Amal lebih besar pengaruhnya dari doa “.Ini diperjelaskan juga dalam petunjuk-Nya “ Yang Maha Kuasa menjadikan kamu khalifah (pengganti) di bumi setelah mereka-mereka terdahulu untuk kami perhatikan bagaimana kamu berbuat “. Tafsiran memberikan petunjuk bagi inovator negeri ini dan bertanggung jawab bagaimana contoh harus dilakukan kiranya generasi bersama berbuat amal sebagai usaha terciptanya perubahan. Petunjuk lain menyampaikan “ ... Carilah bekal untuk kehidupan  diakhirat dalam karunia yang telah diberikan kepadamu dan jangan kamu lupa kebutuhanmu di dunia. Berbuat baiklah kepada siapa dan apapun “.

C. Tindaklanjut Akan Perubahan

Menjawab pertanyaan judul siapa inovator negeri ini maka jawabnya adalah kita semua generasi ini, maka harus ada konsep yang jelas apalagi pihak berkompeten karena dalam tugasnya berbuat mencapai visi misi yang akan diwujudkan sedangkan pada generasi individu ini mutlak hanya sebatas diri keluarganya, namun tidak punya tanggung jawab besar, cuma akan berpengaruh terhadap yang lain. Bagi mereka punya pandangan kedepan berharap nilai ketakwaan berbuat mendalami ilmu dan praktek agama mendasari kehidupan dan tumbuhnya peradaban. Contoh, dikalangan pendidikan sebagai pusat pengembangan generasi tumbuh praktek sekolah-sekolah terpadu berbasiskan asrama, pemondokan, mengutamakan IT, dan lain-lain yang diprogramkan. Pendidikan dengan program ini tidak seharusnya pihak kompeten, inovator berpangku tangan (melihat dari jauh) melainkan mencari solusi langkah apa yang tepat menseimbangkan diantara kualitas sekolah yang berbeda-beda. Melakukan itu perlu ada konsep pemikiran yang disesuaikan oleh setiap inovator :

  1. Berbuat dan berkabolarasi, bersama, bertanggung jawab direncanakan oleh pihak berkompeten bekerja sama dalam tugas demikian stakeholder, lintas sektoral berbuat dengan prinsip efisiensi dan efektifitas.
  2. Rapat-rapat yang dilakukan, peserta merasa dirinya diterima dengan berperan, berpartisipasi, terintegrasi, tercapainya solusi, maka masukan pertanyaan bukan hanya sekedar dijawab namun bagaimana dibahas ada titik temu kesimpulan hasil rapat yang menjadi tindak lanjut untuk dilakukan.

Melakukan konsep dan tercapainya maksud judul diatas, inovator, para figur tokoh ambisi yang  ditemui atau ditunggu mereka itu setidak-tidaknya ada dalam sifat dan kondisi inovator sebagaimana hidupnya manusia antara faktor fisik dan psikologis. Inovator itu bagaikan :

  1. Berjiwa Seorang Pendidik didasari bahwa pendidikan berhubungan erat akan faktor psikologis yaitu hidupnya daya jiwa,pikiran, otak, hati, kemampuan, perhatian adanya rasa senang tidak senang, memotivasi, menghargai orang lain, berbuat optimis, .... punya arah pandang dan tujuan kedepan.
  2. Bersifat Jiwa Mengajar artinya sasaran interaksi mengkondisikan keterkaitan akan tujuan hari ini bagaikan sling yang katanya uang timbul bersifat seketika.

Dari sifat-sifat utama sebagaimana hidupnya manusia pimpinan atau inovator yang dipersiapkan atau ditunggu untuk berbuat berpikir mencapaikan sasaran visi misi setidaknya ada dalam karakter orang-orangnya :

  1. Keteladanan  ketokohan berwibawa, berbahasa dan budaya, sehat fisik dan psikologis.
  2. Dinamis, motivator, punya tendensi berbuat tercapainya pembaharuan dan perubahan tampak dari pola hidup diri dan keluarganya.
  3. Bekerja dengan moto berpikir disiplin sebagai tolak ukur bahwa waktu berlalu tidak akan timbul lagi kecuali esoknya (yang lalu terbuang).
  4. Tampak dalam hubungan orang-orang bertakwa mengerjakan ibadah generasi ini amanah, jujur apalagi mereka itu tergabung sebagai imam ataupun pendakwah.
  5. Tahu diri tampak dalam kemampuan bila salah cepat memperbaiki, silaturahmi bersama  mengucapkan salam bagian melepaskan kesalahan itu.
  6. Kontroling, mengevaluasi bahwa inovator sadar bahwa bawahan bukanlah alat melainkan teman artinya pimpinan dekat tidak berjarak saling memerlukan mendatangi bawahan dan mengisi keperluan sesamanya.
  7. Dalam teori kepemimpinan mereka tampak, berbuat menghubungkan antara hubungan formal dan informal.
  8. Dan lain-lain contohnya dalam diri inovator tampak nilai-nilai kearifan lokal sebagai hazanah budaya leluhur norma kehidupan yang perlu dilestarikan.

Apa yang disampaikan ini bila dilihat dalam titik poin dapat menjadi benang merah tindakan dan perbuatan inovator itu diantaranya :

  1. Benar berbuat bertanggung jawab
  2. Bermusyawarah, menempatkan kepentingan umum melepaskan dari KKN
  3. Bersifat menerima menyenangkan dan memuaskan generasi
  4. Disiplin, jujur , menyadari kemampuan diri
  5. Bekerja keras dalam tim (team work)
  6. Evaluatif, selektif dan komunikatif
  7. Efisiensi dan efektivitas
  8. Skala prioritas dan objektif tingking.

     

    D. Penutup

Siapa dimaksudkan inovator dalam judul ini, sesungguhnya adalah kita semua generasi ini. Pada posisi pimpinan jabatan, politik contohnya itulah mereka yang melirik anda berharapkan dukungan seperti bermunculnya diperempat jalan berupa simbol-simbol begitu juga simbol berjalan dan bermacam-macam bentuk lain. Simbol inovator ini adalah pemain mencoba berharap besar apakah pada posisi pimpinan di tingkat pusat, daerah dan malah tahun ini sampai untuk tingkat desa ; Kepala Desa, RT, RW, begitu juga para Caleg ditahun 2019. Kejelian generasi pendukung diharapkan sungguh, maka pilihlah sebagaimana kata hati lepas dari terkontaminasi apalagi kita generasi belum mengetahui mereka dan sebaliknya. Jalankanlah dengan prosedur dan haknya. Mereka yang dipilih benar-benar bagaikan inovator yang diharapkan, yaitu mereka yang punya niat, ilmu, berpikir, beramal berbuat bagaikan pandangan rasa akan nilai-nilai kehidupan bermasyarakat sebagaimana kriteria diatas. Ingatlah Yang Maha Kuasa telah membekali setiap manusia itu “ Penglihatan, Pendengaran dan hati supaya manusia itu bersyukur “. Inilah yang diharapkan bahwa generasi ini bersyukur dan berfikir, peduli merubah generasi ini yaitu buka mata, telinga dan hati.

Pandangan lain sebagaimana inovator diatas dapat dibaca pada pembangunan desa yang boleh dikatakan cukup menjanjikan untuk perubahan, artinya ini merupakan sasaran dari pihak otorisator sumber pendanaan apakah itu daerah demikian juga  pusat. Pikiran penulis peluncuran dana ini merupakan jalan terakhir dari bentuk-bentuk pelaksanaan pembangunan terdahulu menghendaki pembangunan diupayakan dengan prinsip batem up planing mencapai keberhasilan  pembangunan. Titik terang dan akan bercahaya sepanjang inovator menyambut berpikir ini melaksanakan pembangunan bersendikan tolak ukur yang berimbang yaitu efisiensi dan efektifitas. Kondisi saat ini menghendaki hidup itu berbuat bekerja, kenyataan jelas bahwa sampah juga punya nilai tukar emas, ada produk baru dihasilkan dari berpikir dan berbuatnya inovator.

Kembali dari berpikir awal pengaruh langsung dan tidak langsung terjadinya perubahan maka bagaimana posisi inovator menciptakan ini melainkan dengan bersama-sama umpama lidi dalam jumlahnya bersama diikat menjadi sapu yang berguna. Bila dibaca dari generasi berbuat, beramal dan bertugas dibarengi modal ilmu, kemampuan dan sifat-sifat jiwa lainnya mudah-mudahan berhasil ada perubahan dan bila sebaliknya, lepas kontrol maka apapun yang direncanakan samalah sebagaimana yang terjadi sekarang, kemugkinan lebih diragukan dari kenyataan keadaan, yaitu melemahnya :

  1. Tidak terlihatnya kepedulian dan berpikir bersama (manusia itu lemah)
  2. Narkoba, Sabu-sabu dimana-mana
  3. Madrasah kurang berfungsi baik untuk generasi
  4. Kecunderungan berbuat hidup keagamaan melemah
  5. Pandangan kehidupan cenderung hidup dunia
  6. Generasi asyik memanfaatkan internet

Kembalilah kepada apa dan maunya para inovator negeri ini.

Umpama berjualan seharusnya  dari pemodal sehingga harga terkendali dan sedikit memadai syukur-syukur ada yang bersifat membantu. Pada mereka yang pas-pasan terjadi kecurangan saat ini banyak dikenal dengan oplosan, pencampuran dan lain-lain. Artinya, ada kecurangan mereka berbuat melanggar hukum dan boleh saja berupa kriminalitas. Pada hari ini kenyataan pemodal tidak memperlakukan modalnya untuk berjualan sendiri melainkan memberi kesempatan kepada mereka generasi pas-pasan yaitu mengembangkan pemikiran dan daya jiwa yang telah dibekali pada setiap generasi. Mengembangkan itu perlu kemampuan berpikir, kehormatan diri, memperkaya diri dengan bersyukur akhlak niat dan tekad. Kesimpulan berbuatnya generasi terjadi dari petunjuk dan izin Yang Maha Kuasa. Akhirnya apapun perubahan itu terjadi dengan bersama-sama bahwa generasi berpotensi bagaikan sumber tenaga utama matahari. Pandangan agama kelebihan generasi tidak diukur dari sosok besar dan kecil generasi melainkan bagaimana muatan ketakwaanya dan malah Yang Maha Kuasa memuliakan mereka-mereka yang bertakwa, dan meninggikan derajat orang-orang berilmu. 

Mudah-mudahan sekilas apa yang disampaikan mendorong generasi untuk lebih selektif mendapatkan inovator yang punya konsep kedepan perubahan yang lebih baik untuk anak negeri ini Bengkalis Negeri Junjungan “ Jangan tinggalkan anak cucu dalam keadaan lemah “. Selamatkan umat, Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

 

Bapak ibu tokoh melayu

Generasi ini pewaris bangsa

Bila lemah tidak pula bersatu

Pintu neraka menunggu anda

 

Bila ada kesempatan bersama

Jangan lupa berbuat berguna

Generasi berhasil hidup bahagia

Inovator berbuat alhamdulilah surga tempatnya

 

Rampai Berpikir Majukan Negeri Buku 5

Oleh : Drs H. Anwar Thaib (Melayu Bengkalis)

 

 

 

  Print Berita

Redaksi menerima kiriman berita dan foto. Bagi yang berminat silahkan kirim berita dan foto Anda ke email:prodesanews@gmail.com

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook