Pasang bendera 'JKT.Desa China', 3 WN China dibekuk polisi

Oleh: redaksi Hukrim | Selasa, 13 September 2016 - 14:33:22 WIB

Pasang bendera

Bendera 'JKT. Desa China'. ©2016 Merdeka.com/Adriana Megawati

JAKARTA - Sebuah bendera dengan latar belakang merah, dan logo 5 orang sedang melingkar berwarna kuning bertuliskan 'JKT.Desa China' bikin geger warga Pulau Pari, Kepulauan Seribu Selatan, Jakarta. Bendera tersebut berkibar di bibir pulau.

"Memang benar, sempat ada bendera warnanya merah, berlogo lima orang saling berpegangan dan melingkar kuning, serta ada tulisan hitam bertuliskan 'JKT.Desa China' di bibir Pulau Pari itu," ungkap Kapolres Kepulauan Seribu, AKBP Jhon Weynart Hutagalung kepada merdeka.com saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (13/9).

Warga yang melihat bendera tersebut langsung melaporkan temuannya ke Pospol terdekat. Usai mendapatkan laporan, polisi bergerak cepat dengan mencopotnya. Diduga bendera itu dipasang turis China saat berwisata.

"Langsung kami copot benderanya karena ada unsur SARA-nya. Makanya kami copot. Apalagi karena dekat-dekat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Tapi sampai saat ini sudah kondusif kok," lanjutnya.

Usai mencopot bendera itu, polisi langsung mengamankan beberapa turis yang berasal dari Negeri Tirai Bambu. "Kemarin sore, kami amankan dan melakukan pemeriksaan terhadap pemasang bendera itu oleh aparat petugas Polres Kepulauan Seribu," papar Jhon.

Tiga orang diamankan polisi. Salah satunya adalah seorang wanita bernama Yun Xun (46), yang dicurigai sebagai pemasang bendera tersebut.

"Ada 3 orang, di antaranya WNA asal China yang membuat dan memasang bendera itu di bibir Pulau Pari. Salah satunya yakni WNA asal China dan berjenis kelamin wanita bernama Yun Xun. Mengenai bendera itu sendiri sudah kami copot guna mengkondusifkan situasi di lokasi. Diduga ada oknum yang memprovokasi saja," tutupnya.[tyo/Aa]

Sumber : Merdeka.com

  Print Berita

Redaksi menerima kiriman berita dan foto. Bagi yang berminat silahkan kirim berita dan foto Anda ke email:[email protected]

Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook