Cerita Menteri Desa jajal jembatan reot di daerah tertinggal

Oleh: redaksi Umum | Selasa, 13 September 2016 - 14:29:30 WIB

Cerita Menteri Desa jajal jembatan reot di daerah tertinggal

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Sandjojo saat memimpin rapat kerja beberapa waktu lalu

BANTEN - Jembatan reot dari bambu tua saban hari dilintasi para petani dan anak sekolah di Desa Kadubera, Picung, Pandeglang, Banten. Berada di atas aliran sungai, tentu kondisinya membahayakan. 

Desa Kadubera merupakan satu dari 75 desa tertinggal di Pandeglang. Pemerintah telah memberikan bantuan berupa dua unit jembatan penghubung antardesa untuk memudahkan aktivitas masyarakat.

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Sandjojo mengungkapkan kegelisahannya saat meninjau kondisi infrastruktur. Dia juga sempat melintasi jalan tanah berlubang bahkan jembatan reot tersebut.

"Tadi waktu jalan ke sini memang saya merasakan banyak goyang-goyang. Tapi mudah-mudahan dengan dana desa, perlahan jalan-jalan di desa ini bisa segera diperbaiki," ujarnya, seperti dikutip dari merdeka.com, Selasa (13/9).

Eko berharap dapat bersinergi dengan kementerian lain sehingga bisa mempercepat perkembangan desa. Selain itu diperlukan juga peran kepolisian dan TNI. "Kalau dana desa awalnya dipakai untuk infrastruktur desa," katanya.

"Kalau desa tidak aman, pembangunan di desa tidak akan bisa berjalan dengan baik," tambahnya.

Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengaku mendapatkan dorongan dari pemerintah pusat untuk memajukan daerahnya. Bantuan dua jembatan penghubung diyakini berpengaruh pada aktivitas ekonomi petani.

"Untuk dua jembatan ini bantuan yang diberikan Kementerian Desa hampir Rp 1 miliar. Satu untuk menghubungkan desa Sukalangu dan Kadubera, juga untuk menghubungkan antar-kecamatan," tandasnya.[did/Aa]

  Print Berita

Redaksi menerima kiriman berita dan foto. Bagi yang berminat silahkan kirim berita dan foto Anda ke email:[email protected]

Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook